percakapan di pesawat

tanggal 14 februari 2010

saya sedang di dalam perjalanan menuju jakarta
saya tertidur pulas sekitar 1 jam sejak saya duduk di dalam pesawat
hingga akhirnya saya terbangun dan mendapati saya masih harus menunggu 1 jam lagi untuk sampai di Bandara internasional Soekarno-Hatta
cuaca diluar sedang sangat tidak baik
berkali-kali awak pesawat menyalakan tanda peringatan “fasten your seatbelt”
berkali-kali juga saya merasa seperti naik roller coaster
saya berpikir, mungkin kalau saya terus bayangkan pesawat ini akan jatuh, nanti bisa saja terjadi
akhirnya saya pun mengalihkan perhatian ke samping kanan-kiri saya
saya duduk di seat E jadi saya merupakan suatu tengah
di sebelah kiri saya ada seorang bapak sedang tidur mengenakan topi bertuliskan vodafone
di sebelah kanan saya ada seorang wanita sedang memandangi keluar jendela
saya lihat keluar, hanya gelap yg saya dapati
saya diam saja sambil membaca-baca kartu petunjuk yg terdapat di depan saya

akhirnya kesunyian itu dipecahkan oleh suara “hujannya lebat banget ya”
oh ternyata wanita di sebelah saya menyapa

setelah kalimat itu kami jadi berbincang panjang sekali dan ya sangat menyenangkan
kami saling bercerita tentang diri kami masing-masing, dimana kami tinggal, dan
merupakan suatu perbincangan yang sangat menginspirasi saya

saya dapat menyimpulkan,
wanita ini adalah wanita yang cerdas, saya mendapatinya dengan menyimpulkan dia adalah lulusan S2 Arsitektur ITB
wanita ini adalah wanita yang rajin, saya mendapatinya dari cerita dia memberi les saat dia memulai bangku perkuliahan
wanita ini adalah wanita yang menyenangkan, saya mendapatinya dari bagaimana dia bercerita tentang awal mula dia bertemu sang suami
wanita ini adalah wanita yang mandiri, saya mendapatinya dengan mengetahui fakta dia tetap bekerja walaupun suaminya memiliki karir yg sangat bagus di sebuah perusahaan minyak di Balikpapan
dia benar-benar tahu, apa yang dia inginkan

lalu saya berkaca kepada diri saya sendiri, sudahkah saya menentukan apa yang saya inginkan?
jawabannya, belum
lalu saya bertanya kepada diri saya, apakah saya sudah mengenal diri saya?
jawaban saya, belum
dan lagi, saya bertanya kepada diri saya, siapakah diri saya sebenarnya?
saya menjawab, saya belum tahu

saya sendiri tidak dapat menjelaskan siapa saya
bagaimana saya dapat menjelaskan bagaimana saya mendapatkan tujuan saya, saya sendiri belum tahu tujuan saya apa
saya bingung

pernah suatu saat, saat saya benar-benar dengan yakin menetapkan pilihan
lagi dan lagi keputusan saya tidak dapat diterima
apakah traumatisme?
apakah hal-hal seperti ini yang berulang kali terjadi yang membuat saya takut menentukan pilihan?
saya belum tahu
saya hanya bisa bilang, mungkin.

saya ingin mengenal diri saya
saya ingin tahu apa tujuan saya
saya ingin mencapai semua yang saya inginkan

semoga kalian yang membaca dapat mengetahui siapa kalian dan apa yang kalian inginkan
dan mudah-mudahan kalian dapat menginspirasi saya

Advertisements

February 15, 2010. Uncategorized.

Leave a Comment

Be the first to comment!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback URI

%d bloggers like this: