saya tidak mau menjadi “hilang”

Ini kejadian random, dan ini sangat bukan saya.
Saya sedang makan di kamar, dan tiba2 playlist memutar lagu Two is Better Than One dari Boys Like Girls..
dan tiba2 terlintas di pikiran saya, “sedang masak apa mama di rumah, sedang apa adik saya jam segini, bagaimana keadaan rumah saya yg terkadang sangat sepi, tapi juga terkadang sangat ramai…” Itu yang terpikir di benak saya, dan tiba2 saya menangis.

Saya menangis, terisak kencang sekali
Saya menangis mengingat betapa rindunya saya kepada mama, adik, kakak, paman, dan papa saya..
Saya menangis karena saya rindu masakan rumah saya
Saya menangis karena senang, sedih, terharu dan kesal..
Saya teringat saat saat dimana kakak saya meninggalkan rumah untuk melakukan hal yg sekarang saya lakukan, kuliah. Pada awalnya kami merasa sangat kehilangan. Sampai tahun2 berikutnya, rasa kehilangan itu sudah menjadi biasa dan tidak terlalu dipermasalahkan lagi. Saya tidak mau manjadi seperti itu. Saya mau selalu diharapkan, diingat, dan saya tidak mau menjadi bagian yg hilang di rumah saya, dan itu adalah hal yg biasa. Saya menangis, saya tidak mau menjadi bagian yang hilang..

Tiba2 lagu yg mengalun berubah menjadi Good Girls Go Bad oleh Cobra Starship. Dan terhentilah tangisan saya. Saya tetap melanjutkan makan sambil berpikir, mengapa tadi saya harus menangis.. Saya harus kuat, saya ini calon dokter. Saya berpisah dengan mama baru 2 bulan, mengapa harus sebegininya. Saya berpisah untuk membahagiakan keluarga saya, terutama mama saya. Saya yakin saya kuat, saya yakin saya bisa melewatinya. Saya akan bikin mama, adik dan kakak saya bangga. Saya akan bikin semua yg disekitar saya bangga. Lagu yang mengalun sekarang adalah Hot Mess. Saya masih meyakinkan diri saya.

Setelahnya, playlist memilih Copeland mendendangkan Coffee, saya kembali menangis. Kali ini lebih kencang dan lebih dalam. Karena tiba2 saya terbayang, bagaimana jika mama dipanggil oleh Yang Maha Kuasa saat saya tidak ada disampingnya? Itu adalah takdir tapi saya belum bisa Tuhan, saya belum sanggup untuk kehilangan beliau. Saya masih butuh beliau, untuk membimbing saya, menasehati dan menjadi panutan saya. Saya masih sangat sangat butuh beliau. Lalu saya berjanji kepada diri saya sendiri, ketika saya pulang nanti, saya akan semaksimal mungkin menghabiskan waktu saya bersama beliau. Saya sayang mama saya. Sangat sayang sekali.

Untuk mama
Tetap lanjutkan permainan Plants vs Zombies ya, mama..

Advertisements

April 21, 2010. Uncategorized.

Leave a Comment

Be the first to comment!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback URI

%d bloggers like this: